Tips Diet Kantong Plastik Bisa Dilakukan, Ini Kiatnya

Sampah plastik belakangan ini kembali marak menjadi perbincangan. Diet kantong plastik pun menjadi solusi.

Tiza Mafira, Direktur Gerakan Diet Kantong Plastik Indonesia yang terpilih menjadi salah satu Ocean Heroes 2018 oleh Badan Lingkungan PBB (UN Environment), berbagi tiga kiat menekan penggunaan plastik demi yang sederhana tapi berdampak besar bagi lingkungan. Berikut ini kiatnya.

Bawa Kantong Belanja Sendiri

Ketimbang menggunakan plastik yang langsung berujung di tempat sampah setelah dipakai dalam waktu singkat, cari kantong pengganti yang lebih ramah lingkungan. Masukkan ke dalam tas setiap bepergian sehingga bisa dipakai sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.

Bawa Peralatan Makan Sendiri

Alat makan plastik sekali pakai juga sering digunakan oleh gerai-gerai di acara luar ruangan seperti bazaar dan festival. Untuk menyiasatinya, kita bisa selalu membawa kantong kecil berisi sendok, garpu, sumpit serta sedotan yang terbuat dari stainless steel.

Memilih Sampah

Sampah organik dari dapur disulap menjadi kompos, sebagian sampah lainnya didaur ulang. Sisa sampah yang tidak bisa diapa-apakan lagi kemudian dikumpulkan ke dalam kantong besar yang akan ia berikan kepada tukang loak.

Tiza menambahkan, diet kantong plastik bukan berarti mengharamkan penggunaan kantong plastik, melainkan mengurangi pemakaian yang tidak diperlukan.

3 Kesalahan Kamu dalam Mencuci Tangan. Kalau Masih Lakukan Ini, Pantas Saja Penyakit Mudah Menyerang

Tangan adalah salah satu bagian tubuh yang paling sering kamu gunakan. Mau makan, minum, mandi, dan lakukan aktivitas lainnya juga pakai tangan. Makanya, kamu harus perhatikan pada kebersihan anggota tubuh satu ini. Meskipun cuma rajin bersihkan tangan — apalagi kalau mencucinya salah tetap saja banyak kuman menempel, lho.

Supaya tangan bersih dengan sempurna, kamu perlu terapkan cara mencuci tangan yang benar. Bukan sekadar basah dan pakai sabun doang, tapi gerakan membersihkannya pun ada aturannya. Untuk itu, ketahui 9 kesalahan mencuci tangan yang sering kamu terapkan ini agar tak terulang lagi.

1. Kamu cuci tangan cuma sebentar, sedangkan kuman-kuman masih menempel

Entah karena terburu-buru mengejar rutinitas lain atau malas berlama-lama kena air, kerap kali kamu bersihkan tangan cuma sebentar. Kebiasaan ini jelas nggak efektif membunuh kuman. Menurut penelitian di Michigan State University, waktu untuk membunuh kuman adalah 20 detik – yang sudah mencakup mengosok tangan dengan sabun dan air. Sedangkan kebanyakan orang bersihkan tangan hanya 6 detik.

2. Cuci tangan nggak sampai ke bawah kuku dan sela-sela jari. Pantas saja tanganmu nggak bersih

Sering menggosok tangan yang sudah terkena sabun hanya pada bagian telapak tangan, lalu membilasnya dengan air? Well, cara ini juga salah karena tangan masih kotor. Karena kenyataannya kuman suka bersembunyi di bawah kuku dan di antara jari-jari. Jadi, kamu harus bersihkan tangan sampai ke area terpencil, ya.

3. Nggak menunggu tangan sampai kering. Ujung-ujungnya kuman gampang menempel lagi

Kuman itu bisa berkembang biak dalam air. Karena itu, kamu disarankan menunggu tangan sampai kering dulu sebelum memegang sesuatu. Bayangkan jika selama ini saat kondisi tangan masih basah, lalu kamu memegang gagang pintu. Kuman akan dengan mudah menempel ke tangan karena kondisi tangan yang lembap mempermudah pengambilan mikroba kuman dari permukaan yang kamu sentuh.